Kemarin sabtu jam 8.30 malam ada yang berpartisipasi dalam kampanye Earth Hour ga? Kalo ada, kita sama donk… Rumahku kemarin gelap gulita karena semua lampu dimatiin. Sekali-kali berpartisipasi dalam kampanye global menyelamatkan bumi gak ada ruginya juga, toh cuma matiin lampu.
Mmm, sebetulnya kemarin itu ikutan kampanye secara ga sengaja sih (bukan kampanye konvoi turun ke jalanan kayak yang lagi marak ini loh ya). Jadi, ceritanya pas hari sabtu itu aku caving di goa creme trus sorenya pas mau istirahat (tidur sore) iseng nyalain tv. Tapi ternyata ada acara yang lumayan menghibur (hayo, acara apa coba?), ga jadi tidur deh. Alhasil capek dan ngantuknya makin memuncak pas malam tiba.
Nah, pas jam 8 malam mataku dah ga kuat dan akhirnya kuputuskan untuk tidur (dengan mematikan lampu tentunya). Artinya lampu kamarku mati 30 menit lebih awal dari kampenye Earth Hour dan secara tidak langsung menjadi partisipan kampaye jam bumi, ya tho… Kebetulan yang manis ya, hehehe… Tapi sebenarnya aku dah prepare sejak jauh2 hari koq pengen ikutan, jadi kalopun kondisiku saat itu tidak ngantuk pasti akan tetap matiin lampu juga selama 1 jam. Tapi kalo adek2ku sengaja berpartisipasi lho, mereka semua mematikan lampu makanya rumah jadi gelap.
Pencetus ide earth hour ini sangat bijaksana menurutku, misinya mengajak setiap individu untuk berpartisipasi mewujudkan satu jam yang menentukan masa depan dunia, dengan memadamkan lampu untuk melawan perubahan iklim. Memang terlihat kecil, tetapi jika setiap individu mau melakukannya tentu akan banyak menghasilkan saving energy. Setiap orang dapat berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan. Nah, makanya aku antusias ingin berpartisipasi (padahal sambil tidur, hahaha).
Oiya, aku tau tentang Earth Hour ini dari video kiriman temanku dan juga belakangan rame di facebook dan metro tv. Earth Hour pertama kali diselenggarakan di Sydney pada tahun 2007 dan peserta satu2nya adalah Sydney itu sendiri. Kemudian pada tahun 2008 Earth Hour sudah mulai mendunia dengan partisipan 35 negara dan lebih dari 400 kota. Mulai dari Amerika Serikat, Kanada, Italia, Belanda, Filipina sampai Fiji. Yang tak kalah menarik adalah ketika om google juga berpartisipasi dengan membuat tampilan berwarna hitam pada layar mereka di hari Earth Hour dengan tagline “We’ve turned the lights out. Now it’s your turn”.
Pada tahun 2009 ini Indonesia, khusunya Jakarta, juga berpartisipasi dengan mematikan lampu pada 5 ikon Jakarta yaitu Bundaran Hotel Indonesia dan air mancurnya. Monas dan air man-curnya, Gedung Balai Kota, Patung Pemuda dan air mancur Arjuna Wiwaha. Menara Petronas di Kuala Lumpur juga turut ambil bagian dalam kampanye ini.
OOT, sebenarnya kampung halamanku sangat concern pada kampanye Earth Hour ini lho. Mau bukti? Jauh sebelum adanya Earth Hour ini di kampungku sering terjadi pemadaman bergilir 3 1 (tiga malam nyala satu malam mati) dari magrib sampai jam 10 malam. Coba itung, dalam sebulan berapa jam mati lampu. Trus kalo setahun? Nah, berarti kampung halamanku sangat peduli earth hour tho?
Oke, buat yang kemarin belum sempat berpartisipasi dalam kampanye ini dan setelah membaca tulisan ini jadi tergugah ingin menjadi partisipan belum terlambat koq (Duhhh, sok2 banget sih ya… Kayak tulisan ini mampu menggugah hati semua orang aja, hahaha). Kampanye Jam Bumi masih terus berlanjut, masih ada tahun depan dan tahun depannya lagi setiap Sabtu terakhir di bulan Maret. Atau anda dapat melakukan penghematan energi secara kontinyu setiap hati dengan menggunakan energi seperlunya saja.
sip..
stop global warming..
yusnadi pancen ok….
he..he…
kunjungi blogku juga ya..
iyah kak.. tanpa direncanain rupanya asrama dikampus pd dimatiin smua.. mn lg asyik2 nton,,:D.. Untung de pke batre.. di blog na jg ada tuh ditulis..