Ngeblog lagi ya, dah lama absen soalnya, hehehe… Kali ini aku mau nge-review beberapa lagu yang baru aja tak download.
Laluna – Sesali Tak Sejak Dulu
Ketika lagu ini diputer di radio kesayanganku, aku langsung bertanya2. Ini lagu siapa sih? Asik, simple, dan sederhana. Musik2 kayak gini mengingatkan aku sama Laluna. Kebetulan aku dan si penyiar sedang online, jadi langsung tak tanya aja:
“ Melati (nama disamarkan ya, hahaha), lagu siapa sih yang easy listening ini? Kayak2 Laluna, Laluna bukan?”
“Iya, emang laluna.”
Owh, single terbaru Laluna ternyata… Lagu tipe2 kayak gini enak banget didengerin sambil istirahat setelah shalat magrib dan bermalas2an dikamar. Sambil minum teh anget, juga sambil dengerin ocehan penyiarnya. Lagunya Layak masuk playlist-ku bulan ini
Maia – Serpihan Sesal
“ 106.1 Geronimo The Real Sound of Yogya. Maia kancamuda yogya, Serpihan Sesal….”
Apa? Maia? Koq sepertinya beda ya? Kebetulan aku dan si penyiar masih online jadi langsung aja kutanya.
“Melati (Nama masih disamarkan ya), itu Maia yang Duo itu ya? Koq Genrenya beda?
“Iya, ngepop abesss ya” jawab melati.
Soalnya lagu Maia belakangan kebanyakan yang upbeat, jadi kaget aja dengerin mereka ngepop. Tapi sebenarnya pas jaman Ratu dulu juga banyak sih ya lagu2 slow-nya, Dear Diary salah satunya. Dan kalo dibandingkan dengan dear diary, aku lebih suka dear diary. Juga untuk single upbeat-nya, aku lebih suka lelaki buaya darat dibandingkan penghianat cinta. Tapi lagu Serpihan Sesal ini juga gak jelek lho ya, cuma kalah aja kalo dibandingkan dengan dear diary.
The Rain – Boleh Saja Benci
Kemarin aku ngeliat performance mereka di salah satu acara musik pagi hari (Hayo, apa coba? Aku aja lupa entah di inbox, dahsyat atau apa itu namanya yang di trans tv?). Lagunya lumayanlah, the rain banget. The rain kan lagunya emang model2 begini. Yuk, tak masukin ke playlist lagi ya…
Bunga Citra Lestari – Luilicious
Sebenarnya aku termasuk penggemar lagu2nya BCL, tapi pas pertama denger lagu ini koq aku kurang dapet feel-nya ya. Baru setelah dengerin yang kedua lumayanlah, tapi tipe2 lagu kayak gini mudah dilupakan. Untungnya ini bukan single pertama atau keduanya jadi gak masalah. Aku lanjutin review track berikutnya ya unge…
Afgan – Bukan Cinta Biasa
Aih, judul lagunya koq sama dengan lagunya Cik Siti Nurhaliza ya? Tau donk ya, lagu itu kan cukup populer juga di jamannya (masa’ gak tau sih? Apa pura2 gak tau ni, hehehe). Tapi musik dan liriknya beda koq, hehehe…
Pertama dengerin aku langsung tau kalo ini suaranya Afgan. Lagu ini kabarnya merupakan hits pertama dari album keduanya, sekaligus dijadikan soundtrack untuk film yang berjudul sama. Tapi kalo dibandingkan dengan hits pertama album pertama (Terima Kasih Cinta), lagu ini kalah nendang. Walau begitu, menurutku airplay-nya diradio cukup tinggi koq karena tetap banyak yang request.
Maia – Sang Juara
Sewaktu men-download Serpihan sesal gak sengaja aku juga nemuin lagu ini, jadi sekalian aja aku download. Ini aku lagu theme song ya? Atau semacam lagu buat acara atau penghargaan apa gitu? Soalnya liriknya seperti itu. Lagunya kurang asik, monoton, dan selalu mengulang2 akulah sang juara. Sekali denger aja dah bosan. Kesimpulannya, gak usah disimpulkanlah ya,hehehe…
Ridho Rhoma – Menunggu (Special Track)
Dari namanya dah ketahuan ya kalo beliau putra bang haji, hehehe…. Gak lari dari pakem ayahnya, Ridho juga memilih jalur dangdut. Dengerin lagunya koq sepertinya aku merasa berada di puluhan tahun yang lalu. Zaman ketika film2 bang haji (bareng Yati Oktavia atau Rika Rahim) sering di putar di TPI, lagu2 ini seperti yang jadi soundtracknya… Hehehe, jadi ketahuan deh pas masa kecilku aku suka nonton film bang haji.
Pas lagu ini aku dengerin di laptopku, gak sabar aku pengen nge-klik tombol NEXT karena bosan dengerinnya. Lagunya cukup panjang (hamper 5 menit), tapi lirik yang itu2 aja diulang2 (khas dangdut banget kan ini). Cuma pas ngeliat di TV cukup menikmati koq, menikmati klipnya maksudku. Klipnya tipe2 yang ada alur ceritanya gitu….
Oke deh, sekian dulu aja. Tar kalo ada lagu baru lagi tak review lagi deh.
CU