Aih, lama banget harus menunda postingan ini. Kebetulan lagi ada sedikit kerjaan jadi kegiatan ngeblog-nya terpaksa ditunda dulu. Walaupun perjalanannya sudah berbulan2 yang lalu namun aku masih bisa mengingatnya karena ini merupakan salah satu perjalanan yang sangat berkesan. Karenanya sayang sekali kalau perjalanan yang sangat menyenangkan ini tidak aku ceritakan disini.
Dari parkiran di pantai pangandaran kami segera menuju green canyon. Karena masih sedikit emosi, sepanjang perjalanan aku tidak banyak ngomong dan hanya diam saja. Lumayan dingin juga, karena pakaian yang kami gunakan sepanjang jalan adalah pakaian basahan yang kering dibadan. Males ganti baju soalnya di green canyon nanti rencananya kami juga akan basah2an lagi. Jadi kami tidak perlu banyak2 membawa pakaian ganti.
Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan akhirnya kami tiba di objek wisata green canyon. Loket pembelian tiket telah ditutup namun beberapa pengunjung masih mengantri untuk naik perahu. Mereka adalah orang2 telah membeli tiket sebelumnya tapi belum mendapat giliran. Kami segera melapor kepada petugas yang ada di ujung dermaga lalu menunggu antrian sebentar.
Sementara itu, emosiku perlahan2 hilang, setelah ngobrol2 aku kembali ceria. Aku gak tau, apakah mereka tau bahwa sepanjang perjalanan tadi aku sangat kesal. Tau gak ya?
Perahu tiba di dermaga, kami langsung naik dan siap mengarungi sungai menuju green canyon….
HIJAU…. Satu kata itulah yang ada dibenakku ketika berada di dalam perahu. Air yang berwarna hijau, rindangnya pepohonan, dan sejuknya udara sangat memberikan ketenangan dan menyegarkan pandangan. Tempat ini sangat cocok untuk berwisata alam setelah jenuh dengan segala rutinitas sehari2.
Semakin ke dalam, mulai tampak dinding2 berbatu di pinggiran sungai. Ketika celah semakin sempit, disinilah batas akhir perahu. Dan petualangan selanjutnya adalah mengarungi green canyon dengan cara berenang .
Setelah mengenakan pelampung kami segera turun dari perahu. Melewati bebatuan dengan cara merayap akhirnya kami dapat menikmati pesona stalaktit dan stalagmit di green canyon ini. Dinding-dinding menyajikan keindahan tersendiri, terlihat beberapa air terjun kecil yang sangat menawan.
Tak cukup hanya melihat2 saja, kami segera berenang ke bagian dalam green canyon. Airnya sangat jernih dan tawar rasanya. Tak hanya indah dipermukaannya saja, konon pemandangan di bawah air juga tak kalah menarik. Pemandangan menakjubkan cekungan-cekungan di dalam air siap untuk ditelusuri, lengkap dengan ikan-ikan yang berenang di dasar lubuk. Jadi jika anda hobi menyelam, jangan lupa bawa perlengkapan menyelam kalau berkunjung kesini. Bagi yang ingin tantangan adrenalin, disini ada sebuah batu batu besar dengan ketinggian 7 m di atas permukaan air. Banyak orang2 yang melompat dari batu itu, sayangnya aku tidak cukup berani untuk itu. Walau begitu, sedikitpun tak mengurangi serunya petualangan ini.
Petualangan berakhir ketika kami sampai di ujung green canyon. Di bagian ujung inilah terdapat sebuah air terjun. Arusnya cukup deras dan view-nya sangat bagus untuk foto-foto. Kabarnya disekitar sini juga ada gua kelelawar, tapi karena udah terlalu gelap sehingga kami memutuskan untuk segera pulang. Berenang pulang menuju perahu cukup mudah karena hanya mengikuti arus saja, jadi tidak terlalu banyak menguras tenaga.
Selain biaya 75 ribu yang dibayar di loket, kami menambah membayar 50 ribu kepada akang pemilik perahu dan menjadi guide plus fotografer. Ya gapapalah, kasian juga akangnya lama nungguin kami. Lagipula masih suasana hari raya, tak ada salahnya memberi lebih kepada orang lain.
Adzan magrib berkumandang ketika perahu kami tiba di dermaga, kami memutuskan menjamaknya saja saat shalat Isya di mesjid pangandaran nanti.
Setelah mandi dan shalat, kami makan malam di salah satu rumah makan di sekitar mesjid pangandaran. Harganya yang lumayan mahal tidak sebanding dengan rasa masakannya. Malah menurut Dinar, udang yang ada di capcay-nya basi.
Jam 8.30 malam, kami segera pulang menyusuri jalanan yang sangat gelap dan berliku2 dengan kondisi badan yang sangat capek. Alhamdulillah, setelah 2 jam perjalanan kami tiba dirumah dinar. Ditengah perjalanan tadi sebenarnya ada sedikit trouble dengan motorku. Untungnya trouble itu tidak menghambat perjalanan kami dan motorku tetap dapat dikendarai walaupun harus membuka penutup rantainya (apa istilahnya ya, aku juga gak tau).
Seru dan mengasyikan, perjalanan melelahkan ke pantai karang nini, pantai pangandaraan, dan green canyon ini merupakan one of the best trip I’ve ever had. Thank banget buat Rama, Dinar, Anang&KD yang mau diajakin jalan bareng. Kemana perjalanan kita selanjutnya?







Cool