Jam setengah tujuh pagi, kami telah selesai sarapan. Kemudian dengan memakai 2 buah motor Aku, Rama, Dinar, dan Anang&KD segera menuju Green Canyon. Cuaca saat itu agak mendung, sampai2 ditengah perjalanan Dinar berhenti sejenak untuk membeli jas hujan
Setelah kurang lebih 1,5 jam perjalanan, kami tiba di kecamatan Kalipucang. Disini terdapat sebuah pantai yang bernama Pantai Karang Nini. Dinar mengajak kami untuk mampir dulu disini sebelum menuju Green Canyon dan pantai pangandaran. Setelah membayar Rp14.000 untuk 2 motor dan 4 orang, kami segera memasuki pintu gerbang pantai itu.
Jalan menuju pantai agak rusak. Aspalnya sudah bolong2 dan tidak terlihat tanda2 akan diperbaiki. Selain itu jalannya cukup curam sehingga butuh ekstra hati2 untuk melewatinya. Namun, hutan jati yang ada di kiri dan kanan jalan mampu memberikan kesejukan dan ketentraman hati.
Setelah sampai di tempat parkir, kami segera menuju bibir pantai. Perjalanan menuju bibir pantai sungguh mengasikkan karena hembusan angin dan rindangnya pepohonan. Sesuai namanya, pantai ini adalah pantai berkarang. Konon, disebut karang nini karena salah satu karang disini menyerupai seorang nenek yang sedang menunggu kakek.
Sungguh menakjubkan memandang laut dari atas batu karang. Sungguh asik menyaksikan deburan2 ombak dari atas ketinggian. Aku sangat senang bisa menikmati pemandangan yang luar biasa ini. 
Setelah puas berada di atas batu karang lalu kami memutuskan untuk turun ke bawah, disini kami mendapatkan pemandangan yang tak kalah indahnya.
Sayang sekali, kami tidak bisa berlama2 bermain dipinggir pantai karena tiba2 hujan turun dengan derasnya. Tak apalah, kami juga sudah cukup puas disini dan harus melanjutkan perjalanan.
”Hujan seperti ini biasanya lama, bisa jadi akan mendung terus sampai sore”. Aku berkata begitu karena langit terlihat sangat hitam
Sebuah mukjizat datang, beberapa saat kemudian hujan reda sehingga kami dapat langsung melanjutkan perjalanan. Sebenarnya kalaupun hujan tak reda kami tetap berniat untuk melanjutkan perjalanan karena sudah jauh2 datang dari Yogya. Untungnya Allah memberi kemudahan dengan menghentikan hujan sehingga perjalanan kami kembali lancar.
Selanjutnya kami akan menuju Green Canyon. Untuk sampai kesana sebenarnya kami melewati depan pintu gerbang pantai pangandaran. Namun karena tujuan utama kami adalah Green Canyon maka kami melewatkan pantai pangandaran dulu, dan akan kesana terakhir saja sekalian pulang.
Sebelum sampai ke pintu gerbang pantai pangandaran terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang. Terjadi kemacetan sepanjang 5-6 KM sehingga kami harus mengurangi kecepatan. Mungkin karena hari ini adalah puncak hari libur maka banyak keluarga yang ingin berwisata ke pantai pangandaran sebelum berakhirnya libur lebaran.
Akhirnya kami sampai di depan pintu gerbang pantai pangandaran. Dari sana kemudian kami belok kanan ke arah barat menuju kecamatan cijulang. Tidak sulit untuk menuju green canyon ini karena jalan menuju kesana bagus dan adanya papan penunjuk arah yang cukup jelas sehingga kita tidak akan tersesat. Hanya saja, setelah melewati kecamatan Parigi jalanan agak berliku2 sehingga perlu ekstra hati2.
Sekitar jam 10 lebih, setelah lebih kurang 1 jam perjalanan dari pantai pangandaran akhirnya kami tiba di obyek wisata green canyon. Sebelum menikmati keindahan green canyon kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Selain itu, Dinar dan Anang&KD juga menyempatkan membeli celana pendek sebagai basahan untuk berenang di green canyon nanti. Setelah makan dan berganti pakaian untuk basah2an (dan tak lupa menitipkan barang bawaan kami kepada pemilik warung makan) kamipun segera membeli tiket untuk masuk ke green canyon. Tiket ini merupakan tiket sewa perahu karena untuk mencapai green canyon kita harus menyusuri sungai cijulang dengan menggunakan perahu. Harga sewa perahu adalah Rp.75.000 dengan kapasitas penumpang maksimum 5 orang.
Ternyata jumlah pengunjung green canyon hari ini sangat membludak sehingga terjadi antrian yang cukup panjang. Kami mendapatkan tiket dengan nomer urut 394 sedangkan yang menggunakan perahu saat ini baru diurutan ke-250. Kata petugasnya butuh mengantri sekitar 2 jam baru sampai giliran kami, bete ga sih?
Daripada waktu terbuang percuma, kami memutuskan untuk mengunjungi objek wisata lainnya saja terlebih dahulu. Sebenarnya disekitar green canyon cukup banyak tempat wisata yang menarik seperti pantai batu karas, pantai batu hiu, dll. Namun karena sebelumnya kami telah berencana akan mengunjungi pantai pangandaran juga maka kami memutuskan untuk menuju kesana saja. Rute perjalanan tentunya harus kembali ke jalan semula selama 1 jam dan nanti balik lagi kesini sekitar 1 jam perjalanan lagi, artinya kami akan 2 kali bolak-balik melewati jalan ini. Tak apa2lah, tho tujuan kita datang kesini untuk seru2an jadi anggap aja ini bagian dari keseruan itu.
Tanpa pikir2 lagi, kami segera tancap gas ke pantai pangandaran. Perjalanan yang cukup nyentrik menurutku karena sepanjang perjalanan pakaian yang kami gunakan adalah pakaian untuk basah2an. Ya gapapalah, toh ga ada yang kenal kami. Kami tidak membawa pakaian ganti ke pantai pangandaran dan pakaian ganti masih kami titipkan di warung makan dekat green canyon tadi.
Setelah 1 jam, kami tiba di pintu gerbang pantai pangandaran. Dengan membayar Rp.12.000 untuk 2 motor dan 4 orang kami segera memasuki kawasan pantai pangandaran. Banyak sekali kendaraan baik mobil maupun motor yang hilir mudik sampai2 membuat macet jalanan disekitar pantai. Setelah memarkir motor kami segera menuju pantai. Saat perjalanan menuju pantai seorang pemuda menghampiri kami yang kemudian menawarkan penyewaan perahu untuk menyeberang ke Pasir Putih dan melihat-lihat karang di dalam laut yang indah dengan tarif Rp.10.000/orang. Merasa cocok dengan tarif tersebut kamipun setuju.
Setelah berada di pinggir pantai aku sangat kaget melihat ribuan orang, baik tua maupun muda, semua tumpah ruah disini. Pantai ini sangat landai sampai ratusan meter ke tengah sehingga aman untuk berenang dan bermain ombak. Karenanya, banyak keluarga yang membawa anak2 mereka berenang disini sambil berekreasi menghabiskan libur lebaran. Melihat ramainya pengunjung, pantai ini layak dikatakan sebagai kolam renang raksasa.
Kami segera menaiki perahu. Letak pantai pasir putih sebenarnya tidak begitu jauh, yaitu di balik bukit yang terlihat pada gambar di samping ini. Namun aku tidak tau apakah untuk menuju kesana bisa dengan berjalan kaki atau tidak. Kalaupun bisa pasti akan memakan waktu dan tenaga, maka tak ada salahnya untuk menyewa perahu. Dengan naik perahu kami bisa melihat pantai dari tengah laut. Selain itu kami juga dapat melihat karang2 di dasar laut yang indah. Sayangnya aku tidak melihat ikan2 disekitar karang2 tersebut. Mungkin ikan2nya pada kabur karena banyaknya pengunjung kali ya…
Setelah sampai di pantai berpasir putih, kami segera turun dari perahu dan berenang di pinggir pantai. Disini juga tak kalah rame, ada yang berenang dan ada juga yang sekedar duduk2 menikmati indahnya pantai. Anak2 kecil tak kalah heboh, mereka asik bermain membuat istana2 pasir. Pengunjung lainnya memilih menikmati laut dari atas bukit dipinggir pantai ini. Kami juga menaiki bukit itu karena tak ingin melewati kesempatan yang ada. Wouw, luar biasa. Dari sini terlihat jelas seluruh pengunjung jumlah pengunjung pantai pangandaran. Sungguh sangat2 ramai…
Tepat jam 1 siang, kami meninggalkan pantai pasir putih dan kembali ke pantai pangandaran yang ramai pengunjungnya. Setelah diterjang tsunami beberapa tahun lalu, kini pantai ini telah dipasang alat pendeteksi tsunami untuk menghindari korban apabila tiba2 terjadi tsunami. Penjagaan dan pengawasan dipantai ini juga lumayan bagus karena di tengah laut terlihat beberapa kapal polisi pantai yang siap siaga menolong jika terjadi musibah.
Setelah sampai dipinggir pantai, kami kembali melanjutkan kegembiraan. Kami menyewa sebuah ban pelampung dan papan selancar yang banyak ditawarkan dipinggir pantai. Terjangan ombak adalah hal yang kami nanti2kan untuk menggerakkan ban pelampung dan papan selancar. Tawa dan teriakan kami bersatu dengan kegembiraan seluruh pengunjung.
Dinar kemudian pamit kepada anang&KD untuk mengunjungi keluarganya. Kebetulan keluarga dinar juga berlibur di pantai ini namun berada disisi yang lain. Kami tetap bermain ombak dengan berganti2an memakai ban pelampung dan papan selancar. Sampai jam ½ 3 sore dinar belum kembali, padahal kami sudah lelah bermain. Kemana Dinar, koq belum kembali juga? Padahal kami harus segera ke green canyon karena petugasnya tadi menyuruh kami kembali sebelum jam4 sore. Karena perjalanan dari pangandaran menuju green canyon selama lebih kurang 1 jam maka seharusnya kami berangkat dari sini paling lambat jam 3. Dimana mencari Dinar? Sangat sulit menemukan seseorang diantara ribuan dan kami tidak membawa handphone jadi tak bisa menghubunginya.
Daripada hanya menunggu kami memutuskan untuk mencari dinar dengan cara memanggilnya melalui pengeras suara, kebetulan didekat sana ada pos informasi. Sepertinya ini cukup efektif karena pengeras suara ini dipasang dibeberapa tempat sehingga bisa didengar diseluruh penjuru pantai. Sebenarnya aku agak sedikit khawatir takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Ternyata pos yang berada didekat kami itu tidak bisa melakukan panggilan, disana hanya ada pengeras suaranya saja. Mereka menyarankan agar menuju pos sebelahnya yang berjarak sekitar 400meter. Sebelum menuju pos berikutnya aku kembali ke pantai untuk memberi tahu Rama dan Anang&KD agar tetap menungguku disini jika Dinar kembali ketika aku menuju pos informasi.
Aku segera menuju pos kedua, namun ternyata lagi2 disini hanya ada pengeras suara saja. Mereka menyarankan untuk menuju ke pos utama yang jaraknya tak kurang 500meter dari pos kedua ini. Aku heran, kenapa di pantai yang seluas ini mikrofonnya hanya ada di pos utama saja. Dalam suasana agak panik mencari seseorang, ketika harus dioper dari satu pos ke pos lainnya pasti akan menambah kepanikan. Seharusnya disetiap pos2 terdekat kita bisa melapor dan setiap pos terhubung dengan alat komunikasi seperti interkom, handy talky, atau apalah sehingga pengunjung tidak harus menuju pos utama kalau ingin mencari orang hilang. Yang bikin heran juga, kenapa petugas di pos pertama mengoperku ke pos kedua. Berarti petugas2 disana tidak tau kalau di pos kedua juga tidak ada mikrofonnya. Ini nih yang jadi catatan, koordinasi antar pos kurang baik.
Dengan sedikit berlari dan tanpa alas kaki aku segera menuju pos utama. Setelah bertanya beberapa kali kepada pedagang dipinggir pantai akhirnya aku sampai di pos utama. Aku kemudian melapor dan berpesan agar dinar segera menemui kami di pinggir pantai tempat semula. Pesanku disampaikan petugas sebanyak 2 kali dimikrofon. Yah, koq Cuma 2 kali ya! Apa dinar mendengarnya? Semoga saja…
Aku harus kembali menemui Rama dan Anang&KD di pinggir pantai. Tak ingin membuat mereka menunggu terlalu lama, beberapa kali aku berlari menuju mereka. Tapi apa yang terjadi? Mereka tak ada di pantai, padahal tadi aku sudah mengatakan agar mereka menungguku disana. Kemana mereka?
Kesana kemari kuarahkan pandangan mencari mereka diantara pengunjung2 lainnya. Kebetulan aku tidak memakai kacamata karena pas berenang tadi kacamata kutaruh di tas kresek yang dipegang dinar, jadi cukup sulit untuk benar2 fokus. Setelah 10 menit aku dalam kebingungan kemudian Rama datang. Rama mengatakan kalau mereka (termasuk Dinar) menunggu diparkiran.
Aku sungguh sangat kesal dan emosi, tadi janjian ketemu dipinggir pantai tapi mereka malah gak ada . Mereka menunggu di parkiran. Sebenarnya ketika mereka tidak ada dipantai aku sudah berniat menuju parkiran berharap menemukan mereka disana. Tapi sayangnya aku lupa arah menuju parkiran. Mungkin karena udah tidak fokus atau mungkin juga karena sebelum menuju lokasi parkir dinar terlalu lama mengajak motor kami berputar2 sehingga membuat aku buta arah.
Jam 3 lebih 15 sore. Perjalanan yang tadinya sangat seru dan menyenangkan menjadi sedikit ternoda dengan kejadian ini. Dalam hati aku masih saja kesal. Tak ada lagi keinginan untuk ke green canyon, ditambah hari sudah semakin sore.
Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah kami akan meneruskan perjalanan ke green canyon? Apakah aku masih saja kesal? Simak lanjutannya pada Lebaran seru part 3 ya…









eeehhh tapi bagus kok pantainyaaa… jadi ikutan penasaran maen ke pangandaran.
ayo ayo jangan berantem yaaaa…
eh kamu kok kurusan yus?
Ayooo, catet di agendamu ya pangandaran sebagai salah satu tempat yang mesti dikunjungi
Kurusan ya? Mmm, mungkin juga ya. Tapi itu bukan hal yang mengerikan… Yang mengerikan adalah rambutku yang terus berjatuhan, rontokkkk… Kepalaku dah menyaingi pak wahyudi deh (tapi otaknya kalah jauh, hiks…hiks…)
yah terus green canyonnya gimana neh!!!!!
ada dibagian 3 koq