Lebaran kali ini kebetulan aku tidak pulang kampung, menyedihkan gak sih? Mmm, tidak juga. Tidak mudik saat lebaran bukan berarti harus bersedih. Masih banyak kegiatan2 yang bisa dilakukan, travelling misalnya. Hehehe, lebaran koq malah travelling ya, harusnya kan bersilaturahmi. Eitss, travelling bisa sambil bersilaturahmi lho. Mau tau caranya? Pertama, ajak temen2 untuk traveling bareng. Nah ini juga suatu bentuk silaturahmi antar teman tho, sekaligus juga mempererat persahabatan. Kedua, nginepnya di rumah temen aja jangan di hotel. Dengan begitu bisa bersilaturahim dengan keluarga teman. Ya tho? Halah, ngeles banget ga sih…
Well, pernah mendengar nama Green Canyon ga? Bukan, bukan Grand Canyon. Kalo grand canyon itu di amerika, tapi green canyon ini berada di Jawa Barat, lebih tepatnya lagi di cijulang. Kesanalah tujuan perjalanan kali ini. Green Canyon itu jaraknya kira2 1 jam dari pantai pangandaran. Jadi selain menuju Green Canyon rencananya perjalanan ini juga akan mengunjungi pantai pangandaran.
Rencana mulai disusun, rencananya perjalanan pake motor ala backpackers. Target pertama adalah menentukan tempat menginap. Tanpa banyak memilih (padahal emang ga punya pilihan lain) aku memutuskan untuk menginap di rumah dinar, teman satu kampus sekaligus mantan teman satu kost. Dinar ini orangnya suka jalan2 juga, jadi ketika aku ajak ke green canyon dia antusias banget. Rumahnya berada di majenang, salah satu kecamatan di cilacap yang hampir berbatasan dengan jawa barat. Untuk menuju lokasi tidak terlalu jauh, kurang lebih 3,5-4 jam perjalanan (cukup jauh juga ya,hehehe). Kebetulan aku sudah cukup kenal dengan keluarganya jadi bisa agak leluasa dan tidak sungkan2. Plus bisa sekalian bersilaturahmi (halah, lagi2 alasannya silaturahmi,hehehe).
Target selanjutnya adalah mengajak beberapa teman lainnya yang juga mau ikut travelling. Ini bukanlah hal yang sulit karena aku punya beberapa teman yang sehobi denganku. Benar saja, ketika kuceritakan kepada anang&kd dan rama tanpa pikir panjang mereka langsung setuju. Komplit sudah, perjalananpun segera dimulai. Rencananya kami berangkat menuju majenang pada hari ke-3 lebaran, kemudian ke Green Canyon pada hari ke-4 lebaran, dan pada hari ke-5 lebaran balik lagi ke Yogya.
Anyway, aku belum memperkenalkan 2 orang temenku itu. Anang&KD ini nama aslinya Anang Sobari (penting ga sih?). Jangan salah sangka lho ya, walopun namanya pake kata hubung & (Anang&KD), sebenernya dia bukan dua orang tapi hanya satu yaitu Anang Sobari itu tadi (halah, koq jadi ga jelas gini). Dia dulunya teman satu kost-ku dan akan berlebaran di cilacap. Jadi, anang akan menuju majenang langsung dari cilacap pada hari ketiga lebaran. Kalau Rama, dia temen kampusku, teman baikku lah yang jelas. Dia berlebaran di Jogja, jadi aku dan rama berangkat sama2 dari jogja menuju Majenang. Sedangkan Dinar, temanku yang satu lagi, sudah menunggu di rumahnya di Majenang.
Sebenarnya beberapa hari sebelum berangkat aku malah jadi sedikit ragu. Apa iya aku sangup melakukan perjalanan jauh pakai motor ditengah keramaian arus balik ini? Jogja-Majenang itu normalnya bisa ditempuh sekitar 5 jam. Apa aku sanggup melakukan perjalanan sejauh itu, padahal kemampuan mengemudiku tidak bisa di bilang advance. Berita2 di TV tentang kecelakaan pas arus mudik membuat ngeri juga. Kalo boleh jujur, sebenarnya aku takut banget kalo terjadi hal2 buruk yang bisa mengakibatkan kematian. Takut mati karena aku merasa amalku belum cukup, selain itu masih banyak cita2ku yang belum terwujud. Namun karena sudah berjanji pada teman2 dan melihat keinginan rama yang cukup besar maka travelling must go on. Tentunya aku tak lupa terus memohon doa kepada Allah agar diberi keselamatan.
Jum’at 3 Oktober 2008, sekitar jam 5.45 pagi aku dan rama berangkat menuju majenang. Sebenarnya janjian berangkatnya jam 5 lebih dikit, tapi dasar rama, bukan jam 5 lebih dikit kita berangkat melainkan jam 5 lebih banyak. Dia baru nongol setelah aku nungguin sekitar setengah jam. Kami berangkat dengan motor masing2. Aku pake honda karisma kuning dengan kondisi rem tidak terlalu pakem dan Rama memakai honda revo yang dia kasih nama sylvia (Eh ram, seingetku sylvia itu nama motor lamamu deh, koq yang baru namanya sylvia juga? Piye tho?). Dengan membawa sebuah peta pulau jawa, perjalanan melintasi jalur selatan pulau jawa pun dimulai. Aku membawa peta karena kami belum pernah melintasi jalur ini sebelumnya dan kami tidak mengerti kota2 apa aja yang akan kami lewati sebelum sampai ke majenang. Oleh karena itu peta kecil ini pasti akan sangat berguna. Oiya, kebetulan SIM-ku udah habis masa berlakunya, namun hal itu tidak menjadi halangan karena menurutku gak mungkin ada razia dimusim2 seperti ini. Pak polisi pasti akan sibuk mengatur arus lalu lintas yang macet sehingga gak bakal sempat melakukan sidak/razia di jalan raya.
Rama ini bener2 ”kacau”, masa’ sesaat sebelum berangkat dia melepas jaketnya dan menitipkan di rumahku. Gak takut kedinginan apa ram? Dia hanya memakai kaos tanpa lengan dan celana pendek. Ya sudahlah, terserah aja sih (Piiiiisss….Pissss).
Kurang dari 1 jam perjalanan kami tiba ibukota kabupaten Kulon Progo yaitu Wates. Aku cukup familiar dengan kota ini karena pada tahun lalu aku KKN disekitar Wates sehingga sering bolak-balik Yogya-Wates. Kemudian beberapa kilo setelah Wates kami sampai di Purworejo. Melalui jalan lingkar luar Purworejo kami segera tancap gas menuju Kebumen. Sepanjang perjalanan banyak kami temui para pemudik yang ingin kembali ke kota tempat mereka mencari nafkah. Walaupun kondisi jalanan cukup ramai namun perjalanan masih dalam kondisi lancar. Akhirnya Rama merasa kedinginan juga. Untung dia membawa jaket lain diranselnya dan jaket itu segera digunakannya.
Setelah melewati Kebumen cuaca berubah menjadi mendung dan langit berwarna kehitaman. Walaupun sesekali terasa guyuran gerimis namun perjalanan terus berlanjut. Ketika melewati beberapa kota kecil arus lalu lintas menjadi agak macet, hal ini dikarenakan oleh adanya pasar disekitar jalan tersebut. Keramaian yang ada membuat berbagai kendaraan seperti mobil dan bus berjalan sedikit merayap sampai beberapa kilometer, untung motor bodinya kecil sehingga bisa lebih mudah untuk melintas. Karena kondisi inilah aku terpisah dengan rama. Rama tidak melihat saat aku melintasinya. Setelah beberapa kilo meninggalkan kemacetan aku mencoba melirik ke belakang melalui spion mencari Rama tapi ternyata dia gak kelihatan. Lalu aku kurangi kecepatan sambil terus melirik ke belakang. Beberapa menit kemudian HP-ku bergetar, untung HP aku taruh disaku celana (bukan ditas) sehingga aku bisa merasakan getarannya.
Rama menelpon, aku segera menepi untuk menjawab panggilan itu. Ternyata pada saat macet tadi Rama mengira aku masih berada dibelakangnya sehingga dia berhenti sejenak sambil menungguku. Dia tidak melihat saat aku melintasinya karena terhalang oleh bus yang terkena macet. Setelah menjelaskan posisiku Rama segera menyusul dan kami melanjutkan perjalanan lagi.
Setelah merasa agak capek kami memutuskan untuk istirahat sejenak di daerah Gombong. Kalau melihat di peta, daerah ini merupakan titik tengah antara Yogyakarta dan Majenang yang berarti kami telah menempuh separo perjalanan. Energi yang hilang selama perjalanan kami gantikan dengan meminum air mineral dan air yang mengandung ion2 (gak boleh nyebutin merk,hehehe) dan ditambah dengan menghisap beberapa batang rokok khusus untuk Rama. Setelah cukup segar, perjalanan terus berlanjut.
Aku sangat menikmati perjalanan ini, ternyata keputusan untuk melakukan travelling saat libur lebaran ini adalah pilihan yang tepat. Mumpung masih muda (apa iya masih muda?) aku ingin melakukan kegiatan2 yang akan kukenang kelak. Kondisi jalan cukup bagus. Yang cukup mengerikan adalah ketika harus menyalip bus2 besar. Butuh ekstra hati2 dan konsentrasi karena kemampuan menyalipku yang tidak begitu baik. Mungkin karena itulah aku hampir terpeleset saat mencoba menyalip sebuah bus dari sebelah kiri. Saat itu, celah yang ada di sebelah kiri bus cukup lebar sehingga menurutku cukup untuk melaju melalui celah itu. Namun ketika aku berada disamping bus, tiba2 bus itu semakin kekiri dan memaksa motorku untuk turun ke jalan yang tidak beraspal disisi jalan. Untungnya sisi jalan itu cukup lebar dan rata sehingga aku tetap bisa menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh.
Sampailah kami disebuah pertigaan, kalau lurus menuju Cilacap sedangkan kalau belok kanan menuju Bandung dan Jakarta. Berdasarkan petunjuk Dinar yang mengatakan agar mengikuti arah ke Bandung maka kami memutuskan untuk belok kanan.
Tidak terasa udah hampir 4,5 jam aku duduk di jok motor yang kerasnya minta ampun. Sambil terus melaju dijalanan berulang kali aku merubah2 posisi duduk untuk menghilangkan pegel dan mencari posisi wueenakk.
Kami tiba di Wangon, lalu kami berhenti sejenak untuk melihat peta. Ternyata untuk mencapai majenang kami masih harus melewati 3 kecamatan lagi yaitu: Lumbir, Karang Pucung, dan Cimanggu. Perjalanan terus berlanjut. Ada yang cukup menarik jika kita mengamati sebelah kiri jalan. Setiap 200 M anda akan menemukan tulisan2 promosi RM Pringsewu, seperti ”64 KM lagi RM Pringsewu”, kemudian 200 M didepannya ada tulisan berbeda lagi ”RM Pringsewu ada lesehannya”, atau ” Di RM Pringsewu ada tempat bermain anak”, begitu seterusnya sampai anda akan bosan membacanya.
Bosan membaca tulisan2 itu, kini harus ekstra hati2 karena memasuki daerah Lumbir. Busyet deh ternyata jalannya berliku2, selain itu kendaraan yang lewat juga cukup padat. Aku tidak begitu berani menyalip dijalanan seperti ini, makanya untuk menyalip aku selalu memastikan bahwa dari arah berlawanan benar2 kosong. Namun, tiba2 konsentrasiku menjadi sedikit buyar ketika harus ngerem mendadak karena hampir menabrak bus yang ada di depanku. Bus yang berada di depanku itu berhenti mendadak. Untunglah masih bisa ngerem walaupun dengan kondisi rem yang kurang begitu pakem. Untung saja aku tidak terjatuh karena jika terjatuh takutnya terlindas oleh mobil yang ada dibelakangku. Mulutku komat kamit beristiqfar dan tak lupa kemudian mengucapkan alhamdulillah, namun otakku terus saja membayangkan kemungkinan terburuk dari kejadian tadi. Untunglah tidak terjadi apa2 sehingga kami masih bisa melanjutkan perjalanan.
Kondisi jalanan masih berliku2, di kiri-kanan jalan merupakan hutan jati sehingga jarang terlihat perumahan penduduk, termasuk POM Bensin. Lama kami menyusuri jalan berharap menemukan POM Bensin karena bensin kami sudah sangat kritis. Lucu juga kali ya kalau kehabisan bensin dan harus mendorong sampai ke POM bensin berikutnya. Sewaktu berangkat aku mengisi bensin fulltank di Jl. Wates sesaat setelah meninggalkan Yogya. Untunglah kami tidak perlu mendorong motor karena akhirnya kami tiba di Karang Pucung dan di sebelah kanan jalan ada sebuah POM bensin. Kami pun segera mengisi bahan bakar disini.
Tinggal satu kecamatan lagi yang harus kami lewati yaitu Cimanggu. Dan akhirnya sampai juga kami di sebuah kota kecil bernama Majenang. Bukan hanya motor yang harus diisi bahan bakar, tubuh kami juga perlu di-charge dengan mengisi makanan ke dalam perut. Lalu kami memilih untuk makan Soto Sokaraja sebelum melakukan shalat jumat di mesjid yang berada di kawasan alun alun kota Majenang. Setelah shalat jumat baru kami menuju rumah Dinar sebagai tempat transit sebelum berangkat menuju Green Canyon dan Pantai Pangandaran esok hari.
Sebuah perjalanan yang seru, mengesankan dan menyenangkan telah dilewati. Travelling is educating… Lalu, bagaimanakah serunya lebaran di Green Canyon & Pantai Pangandaran? Simak lanjutannya pada Lebaran Seru Part 2 ya…
X.O.X.O
-Adhie FM-
Waaahhh keren!!! Ahuahuhaua bener tuh mumpung masi muda.
Ditunggu lanjutannya loh.
Oke… Oke…
Sabar ya buk, pasti ada lanjutannya :d
Makasi dah mampir, jadi semangat nulisnya. Sering2 lohhh
Lho sini udah langganan blog situ di reader. Situnya aja yang jarang apdet.
Sering2 diapdet yah blognyah
Asikkk…
Janji deh janji, ntar bakal sering diapdet, hehehe…:D
Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP 2009 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
ngo bocah-bocah majenang lan sekitare,pada insaf sedulur.salam-salam kanggo grombolan SINGO BARONG COMUNITIY sing lagi pada mranto kanggo nguripi anak lan bojo mugo-mugo pada ketemu kangen nang lebaran ngesuk.sing nang jakarta,nang lampung,nang jambi,ngesuk lebaran pada bali{SINGO BARONG COMUNITY}
nggo mas imam sarifudin sing nang lampung. . . mas wawan{blek cebol}jakarta. .mas nur sing nang jambi. . . mas supri{kang karto}. . .mas jacki nang kampung. . . lan sa lialiane soleh kro lik mudah. . .{PAGUYUBAN SINGO BARONG}. . .mas tecong sing tembe bali kang malaysia. . .